Senin, 23 Juli 2018

Pendidikan Moral Kewarganegaraan Bagi Anak

Post oleh : KKN104 | Rilis : Juli 23, 2018 | Series :

                Senin, 23 July 2018 hari dimana tim KKN 104 Universitas Trunojoyo Madura turut terjun untuk memberikan kontribusi lansung di bidang pendidikan di Desa Sobih, Kecamatan Burneh, Bangkalan. Beberapa personel di bagikan ke dua sekolah dasar dan 3 sekolah taman kanak-kanak di Desa Sobih, diantaranya SDN 1 Sobih, SDN 2 Sobih, Yayasan Pendidikan dan Sosial Nurul Faqih. Yayasan Roudlatul Muta’allimin, dan Yayasan Ar-Rahman. Bertepatan dengan hari anak nasional pada tanggal 23 juli ini, tim KKN 104 Universitas Trunojoyo Madura berkesempatan untuk bisa mengajar anak anak sekolah dasar di desa Sobih seperti yang dilakukan program kerja KKN 104 yang dibagi untuk mengajar di berbagai jenjang kelas (1-6). Berbagai hal menarik sama-sama di dapatkan oleh masing-masing tim pengajar di sekolah dasar masing-masing, salah satunya yang dirasakan oleh tim pengajar SDN 1 Sobih,  yang kebetulan mendapat kesempatan untuk belajar bersama siswa kelas 6.
                Belajar untuk menyalurkan pendidikan formal langsung kepada siswa kelas 6, menjadi pengalaman baru bagi tim KKN 104. Kesulitan sempat dialami oleh tim KKN 104 di SDN 1 Sobih, selain pengalaman pertama kali, mengajar anak yang rentang umurnya 11-13 tahun juga menjadi tantangan baru, sebab pada umur ini anak masih berada pada fase peralihan dari anak-anak menuju remaja, sehingga beberapa masih ada yang ramai, gaduh, dan bermain sendiri saat tim KKN 104 memberikan pelajaran. Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama karena para siswa SDN 1 Sobih antusias dan kooperatif. Dari hal ini juga tim KKN 104 belajar bahwasannya menjadi guru/pendidik formal sekolah dasar merupakan suatu hal yang berat, oleh karenanya salam hormat kami bagi seluruh guru di Indonesia, semoga tetap menjadi sosok pahlawan tanpa tanda jasa.

                Proses belajar di jenjang kelas 6 SD dilaksanakan dengan mengenalkan tentang nilai-nilai kewarganegaraan yaitu tentang Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia. Para siswa dikenalkan dengan contoh pengalaman nilai butir Pancasila dalam kehidupan sehari hari, misalnya: sila pertama tentang ketuhanan di amalkan dengan menjadi pribadi yang memiliki ilmu keagamaan yang baik sesuai dengan tuntunan ajaran di masing-masing agama, sila kedua tentang kemanusiaan yang adil dan beradab di amalkan dengan saling menghargai antar sesama makhluk hidup dan menghormati antar sesame manusia, dst. Proses belajar berlangsung dengan baik dan kondusif, selain itu para siswa juga antusias dan berperan aktif dalam merespon setiap pertanyaan maupun pernyataan yang di ajukan oleh tim KKN 104.

                Terdapat hal menarik yang sekaligus menjadikan temparan keras bagi tim KKN 104 dan semoga juga menjadi refleksi untuk semua tenaga pendidik di Indonesia. Hal tersebut adalah tingkah laku siswa yang condong kepada perilaku bullying antar sesame teman. Bagi orang dewasa, melihat hal tersebut tentunya menggelitik akan tetapi jika di cermati lebih mendalam hal ini akan berdampak pada mental social anak korban bullying antar teman. Tingkah laku tersebut kontras terlihat ketika tim pengajar kelas 6 memberikan tugas berdiskusi kelompok, yang bebas menentukan anggota kelompoknya masing-masing. Setelah beberapa kelompok terbentuk, tenyata ada sekitar empat anak yang belum mendapatkan kelompok diskusi, dan ketika tim pengajar meleburkan beberapa anak tersebut, terjadi perdebatan yang agak alot  karena masing-masing kelompok bersikukuh menolak. Dari hal tersebut, dapat di rasakan bahwasannya perilaku bullying antar anak SD masih harus menjadi perhatian serius bagi semua elemen, baik orang tua, guru/tenaga pendidik, dan lingkungan sekitar. Sehingga dengan di peringatinya hari anak nasional, semoga dapat menjadikan cambuk refleksi di bidang pendidikan. Sehingga butir sila ke-lima tentang keadilan social bagi seluruh bangsa Indonesia dapat terjewantahkan tidak hanya di bidang ekonomi saja, melainkan di bidang mental, moral, dan seluruh lini kehidupan social bangsa Indonesia. Stop bullying, mari merdeka !!!


            

google+

linkedin